VIRAL, Saat Anies Baswedan Jatuh Ke Got Sambil Memberi Salam Kepada Penduduk


SATELITNEWS.CO - JAKARTA - Video Gabenor DKI Anies Baswedan yang terperangkap dalam pembetung setelah selesai meninjau pergerakan vaksinasi Covid-19 di Koja, Jakarta Utara, Sabtu (11/9/2021) menjadi viral di media sosial.

Anies Baswedan jatuh ke dalam pembetung di lorong kecil setelah pulang ke rumah setelah meninjau aktiviti vaksinasi Covid-19.

Anies Baswedan juga nampaknya terpaksa dibawa keluar dari saluran air.

Video Anies Baswedan yang jatuh ke dalam pembetung ini telah dimuat naik oleh pemilik akaun Twitter @balarong dan telah ditonton lebih dari seribu kali.

Pada mulanya, Anies Baswedan dan pegawainya dilihat memberi salam kepada penduduk di kawasan perumahan yang padat.

Sambil tersenyum, Anies Baswedan juga kelihatan melambaikan tangannya kepada penduduk yang menyambutnya.

Kerana tidak memperhatikan jalan, Anies Baswedan tiba-tiba bergoyang dan badannya segera jatuh ke dalam pembetung.

Beberapa lelaki besar juga berusaha mengeluarkan Anies Baswedan dari pembetung.

Walaupun dia memakai topeng, Anies Baswedan kelihatan terkejut bahawa dia harus dibawa oleh pembantunya.

Dari maklumat yang diperoleh TribunJakarta.com, kejadian ini terjadi ketika Anies Baswedan sedang meninjau pelaksanaan vaksinasi di RW 07, Desa Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara.

Anis Baswedan menjadi tumpuan institusi tinjauan

Nama Anies baru-baru ini menjadi sorotan, menyusul hasil tinjauan oleh sejumlah institusi mengenai pemilihan orang nombor 1 di Jakarta.

Independent Research Institute INDex Indonesia, misalnya, mengeluarkan hasil tinjauan terbaru mengenai tokoh-tokoh yang muncul sebagai presiden dan naib presiden di Pamuka (Papua Maluku Sulawesi Kalimantan).

Ruang lingkup tinjauan ini adalah empat pulau besar di Indonesia, selain dari Jawa, Sumatera dan Nusa Tenggara.

Tinjauan Indeks Indonesia, yang dilakukan pada 22-31 Agustus 2021, dengan 1,000 responden, muncul sebagai calon presiden yang berpotensi menurut masyarakat Pamuka, tidak jauh dari nama-nama yang telah disebut dalam berbagai tinjauan sebelumnya dan telah menjadi perbincangan awam sejak sekian lama.

Pengarah Eksekutif Index Indonesia, Agung Prihatna menjelaskan, ada 5 nama yang paling popular di mata responden yang dianggap calon calon presiden Indonesia pada tahun 2024.

Mereka adalah Prabowo Subianto (populariti 98,3 persen), Anies Baswedan (95,4 persen), Puan Maharani (88,9 persen), Ganjar Pranowo (70,4 persen), dan Airlangga Hartarto (51,4 persen).

"Ketika diprovokasi oleh pertanyaan tertutup, rata-rata responden mengetahui nama-nama ini," kata Agung dalam siaran tinjauan maya, Jumat (10/9/2021).

"Namun, hanya tiga dari mereka yang mempunyai nilai populariti yang ideal, yaitu Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Puan Maharani, yang dikenal oleh lebih dari 85 peratus masyarakat Padalama," tambahnya.

Namun, kata Agung, populariti tidak semestinya seiring dengan penerimaan. Mengenai seberapa diterima mereka oleh masyarakat sebagai calon presiden, peta itu berbeza.

Dalam hal ini, Anies Baswedan mendahului 86,5 persen, diikuti oleh Ganjar Pranowo pada 86 persen, Prabowo Subianto pada 85,5 persen, Airlangga Hartarto pada 68,6 persen dan Puan Maharani pada 49,9 persen.

"Walaupun populariti Ganjar tidak ideal, skor penerimaannya cukup baik, setara dengan Prabowo dan Anies. Sebaliknya, Puan Maharani, populariti ideal tetapi penerimaan rendah," jelasnya.

Sekiranya dipertandingkan, tiga tokoh yang paling boleh diterima, iaitu Prabowo, Anies, dan Ganjar, mempunyai peluang yang sama.

Walau bagaimanapun, peta masih boleh berubah mengikut dinamika yang ada.

Masing-masing nama masih berpeluang mengejar satu sama lain kerana masih ada angka yang berselisih.

"Dengan bilangan yang saling mengejar, faktor cawapres akan menjadi signifikan untuk meningkatkan daya pilihan," katanya.

Tinjauan Indeks Indonesia dilakukan pada bulan Ogos dengan 1,000 responden berumur lebih dari 17 tahun yang dipilih secara rawak.

Teknik ini didakwa mengandungi margin kesalahan 3.2 peratus pada tahap keyakinan 95 peratus.

Kawasan Pamuka dengan populasi 30 juta pemilih dianggap sebagai kawasan berpotensi yang dapat mengubah lanskap politik pemilihan presiden Indonesia.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url